YOGYAKARTA – Festival Film Pelajar Jogja (FFPJ) berhasil menerima Anugerah Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2025 dalam kategori Penghargaan Upakarya Budaya. Anugerah Kebudayaan diberikan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang diwakili oleh Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X, dan diterima secara langsung oleh Pendiri FFPJ, Tomy Widiyatno Taslim.

Tidak hanya FFPJ, acara yang berlangsung di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Senin (1/12/2025) ini juga turut memberikan penghargan serupa kepada 27 orang lainnya dalam kategori yang berbeda.

“Penghargaan ini merupakan hadiah bagi FFPJ yang memasuki usia 17 tahun. Kami tak menyangka, bahwa kerja-kerja sederhana dengan semangat silaturahmi, belajar bersama, dan berbagi yang ada di FFPJ mendapatkan perhatian dari Pemda DIY, khususnya Dinas Kebudayaan. Semoga penghargaan ini menambah semangat para volunteer dan partisipan FFPJ untuk terus berproses dengan rendah hati dan menjaga nilai-nilai yang selama ini diyakini, yaitu kemandirian, gotong royong, toleransi, persahabatan, dan perdamaian”, kata Tomy di Bangsal Kepatihan, Senin (1/12/2025).

Sementara Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X dalam sambutannya turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh penerima penghargaan.

“Pemberian anugerah ini bukan semata acara seremonial. Tapi juga merupakan wujud komitmen Pemda DIY dalam mensukseskan amanat Keistimewaan. Dimana aspek kebudayaan adalah hal khusus yang diprioritaskan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Laksmi Pratiwi menyampaikan bahwa proses pemberian penghargaan ini dilakukan melalui serangkaian tahapan, mulai dari para pengusul, penilai, dan juri utama yang melakukan penelitian dengan cermat kepada seluruh kandidat, sampai dengan penentuan peserta terpilih.

“Anugerah Kebudayaan ini memegang peranan penting dalam memajukan kebudayaan. Disini negara hadir memberikan pengakuan, dan para pelaku budaya mendapatkan ruang untuk terus berkarya. Merekalah penjaga identitas budaya sekaligus perawat nilai-nilai kebudayaan. Maka Anugerah ini menjadi bentuk penghormatan dan dukungan negara terhadap peran mereka,” jelas Dian.

Selain FFPJ, terdapat 27 penerima penghargaan lainnya dari berbagai bidang kebudayaan, sehingga total ada 28 orang yang menerima Anugerah Kebudayaan DIY untuk tahun 2025 ini. (ist/zk)

YOGYAKARTA – Misi Pemerintah Kota Yogyakarta untuk menjadikan Yogyakarta sebagai Ibukota Festival, mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, salah satunya dari OtentikLab melalui perhelatan Otentik The Show #2 yang berlangsung di Jawir Creative Communal Space, Minggu (30/11/2025). Acara ini melibatkan puluhan pekerja seni yang hadir dari berbagai bidang dan disiplin ilmu yang berbeda.

Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Mohammad Sofyan, yang turut hadir dalam acara tersebut, menekankan pentingnya memberikan ruang bagi generasi kreatif di kota Yogyakarta, agar citra Jogja sebagai pusat seni dan ekonomi kreatif menjadi semakin kuat.

“Jogja sedang bergerak menuju posisi Ibukota Festival. Maka kegiatan seperti Otentik The Show #2 ikut andil dalam upaya tersebut,” ujar Sofyan dalam sambutannya, Minggu (30/11/2025).

Acara ini melibatkan total 18 desainer dan 42 model, menjadikannya salah satu presentasi busana komunitas terbesar di penghujung 2025. Publik yang hadir menyaksikan acara ini pun tidak hanya berasal dari kalangan pecinta mode, tetapi juga wisatawan umum yang tengah berkunjung ke kota Yogyakarta.

Bayu Lembayung sebagai penggagas OtentikLab selaku penyelenggara Otentik The Show #2, berharap event ini serta program Pemilihan Muda-Mudi Kreatif Jogja 2026 mampu menjadi bagian dari agenda kreatif tahunan di kota Yogyakarta. Sekaligus mengharapkan agar dukungan pemerintah tidak berhenti pada acara ini saja, melainkan terus berlangsung dalam jangka panjang.

Sementara itu Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata DIY, Iwan Pramana menambahkan bahwa pihaknya siap mendukung dan menjalin kerja sama lanjutan dengan OtentikLab untuk memperkuat kalender kegiatan kreatif di Yogyakarta.

Hadirnya Otentik The Show #2 menjadi penanda bahwa Yogyakarta siap menapaki jalan panjang menuju kota festival yang sesungguhnya.

Citizen Journalism by: Tsaqif Al Adzin Imanulloh

Redaktur: Azka Qintory

YOGYAKARTA – Generasi muda Yogyakarta kini semakin banyak diberikan kesempatan untuk berkarya di bidang industri kreatif, salah satunya dalam peresmian program “Muda-Mudi Kreatif Jogja 2026” yang digelar di Jawir Creative Communal Space, Minggu (30/11/2025). Program ini dirancang sebagai ruang aktualisasi diri sekaligus peluang bagi anak-anak muda yang ingin menembus dunia industri kreatif.

Dengan tema “Merajut Ekosistem Kreatif Jogja melalui Kolaborasi Hexa Helix”, program ini menekankan pentingnya kerja sama antara kampus, seniman, startup, media, pemerintah, investor, hingga masyarakat dalam mendukung kreativitas anak muda, agar dapat menghasilkan karya yang memiliki nilai ekonomi.

Dua sosok muda, Tsaqif Al Adzin Imanulloh dan Nidhana Raisa Sabikah, resmi dipilih sebagai Icon Pertama Muda-Mudi Kreatif Jogja 2026. Pengukuhan mereka dilakukan melalui prosesi penyelempangan oleh Mohammad Sofyan, Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, dan Iwan Pramana, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata DIY.

Dalam sambutannya, Mohammad Sofyan menyampaikan bahwa potensi anak muda Jogja sudah diakui secara nasional, tetapi perlu dukungan dari berbagai pihak agar bisa terus berkembang.

“Jogja itu gudangnya talenta kreatif. Maka dari itu kami ingin memberi lebih banyak ruang agar anak-anak muda ini bisa menembus pasar kreatif yang lebih luas,” katanya, Minggu (30/11/2025).

Acara ini merupakan salah satu rangkaian dari Otentik The Show #2, sebuah ruang untuk mengapresiasi para model, desainer, make up artist (MUA), dan pelaku kreatif lainnya.

Kehadiran program Muda-Mudi Kreatif Jogja ini diharapkan menjadi wadah munculnya generasi kreatif baru yang tidak hanya sekedar berkarya, tetapi juga mampu membangun dampak ekonomi bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya.

Citizen Journalism by: Tsaqif Al Adzin Imanulloh

Redaktur: Azka Qintory

SLEMAN – Hari Minggu tanggal 30 November 2025 menjadi enkulturasi kedua di Gereja Paroki Santo Mikael Pangkalan-Adisutjipto, dalam rangka Misa Mingguan Berbahasa Jawa dengan Iringan Gamelan dan Tarian.

Sebagai satu-satunya Gereja Katolik yang berada di Lingkup Militer Yogyakarta, tepatnya di Kompleks TNI AU Adisutjipto, pihak Gereja Paroki Santo Mikael tetap berupaya untuk selalu nguri-nguri kabudayan Jawa. Salah satunya dengan mengadakan perayaan ekaristi diiringi gamelan berbahasa Jawa yang dibawakan oleh orang dewasa, yang sudah eksis sejak 2022 silam.

Namun, memasuki tahun 2025 ini, perayaan Ekaristi bahasa Jawa kini tidak hanya diiringi oleh gamelan dewasa (Ngesthi Pada), tapi juga turut diiringi oleh gamelan anak, dilengkapi dengan tarian pengiring yang juga berasal dari anak-anak.

Hal ini menggambarkan implementasi kebudayaan (Jawa) dalam bidang keagamaan, termasuk dalam lingkup militer sekalipun.

 

Keindahan budaya dalam Ekaristi ini dipercantik dengan adanya para penari cilik yang dengan semangat mempersembahkan diri dalam wujud tarian sederhana yang memukau. Hal ini dapat menumbuhkan cinta budaya (tari dan kostum budaya) yang diusung dalam Ekaristi. Sehingga tarian tidak hanya dinikmati sebagai tontonan di luar liturgi (ibadah), tetapi dapat dikolaborasikan dalam perayaan Ekaristi dengan penyesuaian alur, agar tidak mengganggu proses liturgi Ekaristi.

Hal yang unik dalam enkulturasi Ekaristi kali ini adalah hadirnya dua lagu (Persembahan ‘Atur Pisungsung’ dan Bapa Kami) yang diberi sentuhan budaya Sunda yang dipersembahkan oleh niyaga dewasa (Ngesthi Pada). Selain itu, lagu Penutup ‘Gusti Jeksa Kawula’ juga diberi sentuhan budaya Bali yang dipersembahkan oleh niyaga anak.

Keanekaragaman yang disatukan dalam rangkaian Ekaristi ini semakin menambah kekayaan dan kecintaan terhadap budaya Indonesia.

Harapannya perayaan Ekaristi enkulturasi ini dapat membantu semua umat dalam meningkatkan kekhusyukan berdoa, jauh lebih dalam merasakan kehadiran Tuhan, dan terus mencintai budaya Jawa. (zk)

YOGYAKARTA – Menyambut kelulusan kelas OtentikLab Batch 2 dan 3, OtentikLab akan merayakan keberhasilan mereka dengan menggelar Otentik The Show #2 yang akan berlangsung pada Minggu (30/11/2025) di Jawir Creative Communal Space.

Selain sebagai perayaan kelulusan, acara ini juga menjadi bentuk penghargaan terhadap kreativitas para desainer di industri fashion lokal.

Founder OtentikLab, Aji Bayu, menuturkan bahwa acara ini adalah medium yang tepat bagi para desainer, untuk dapat menyampaikan identitas dan cerita melalui hasil karya mereka, tidak hanya menyiapkan busana yang siap pakai.

“Kami ingin menjadikan panggung ini sebagai tempat bertemunya gagasan dan ekspresi. Setiap karya desainer membawa cerita tersendiri, dan kami merasa bangga dapat memberikan ruang untuk itu,” papar Aji

Sementara itu Show Director Otentik The Show #2, Agus Pratitis, menambahkan bahwa kontribusi para desainer dalam acara ini menjadi elemen penting, yang dapat melengkapi pertunjukan secara keseluruhan.

“Banyak desainer yang menghadirkan karya dengan detail dan karakter kuat. Melalui acara ini, kami ingin memberi bentuk apresiasi yang nyata terhadap upaya dan kreativitas mereka,” ungkapnya.

Acara ini juga akan melibatkan puluhan model, yang akan memperagakan karya desainer bertajuk “Pop Out: The Casual Street Parade”. Tema tersebut diusung sebagai bentuk pendekatan visual yang memadukan unsur streetwear dengan gaya presentasi yang lebih bebas dan ekspresif.

Pertunjukan ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 14.00 WIB dan terbuka untuk umum.

Penyelenggara berharap acara ini dapat menjadi ruang perjumpaan antara desainer, model, penikmat fashion, dan komunitas kreatif.

Melalui semangat kolaborasi dan apresiasi, Otentik The Show #2 diharapkan menjadi salah satu panggung penting yang memperlihatkan kekayaan ide kreatif di Yogyakarta.

 

Jurnalis: Tsaqif Al Adzin Imanulloh

Redaktur: Azka Qintory

BANTUL – Event musik jazz bertajuk Ngayogjazz kembali hadir pada tahun 2025 ini, tepatnya pada Sabtu (15/11/2025). Mengusung tema “Jazz Diundang Mbokmu”, perhelatan Ngayogjazz kali ini adalah yang ke-19 kalinya sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2007 silam.

Pada edisi ke-19 atau tahun 2025 ini, Ngayogjazz mengambil tempat di perkampungan warga yang berada di Dusun Paduresan, kecamatan Imogiri, kabupaten Bantul. Lokasi ini memang sengaja dipilih untuk bisa lebih mendekatkan musik jazz dengan masyarakat lokal, sejalan dengan ciri khas Ngayogjazz sendiri yang selalu berusaha memperkenalkan musik jazz ke semua kalangan, tidak sekedar penikmat musik saja.

Mengusung konsep pesta rakyat, Ngayogjazz tidak hanya menampilkan pertunjukan musik jazz saja, tapi juga banyak acara menarik lainnya, seperti bazaar dari beberapa produk, jajanan kuliner, fun games, dan lain sebagainya.

Board of Creative Ngayogjazz 2025. Aji Wartono, mengakui event Ngayogjazz ini banyak diminati oleh kalangan musisi jazz muda, yang kebetulan juga ingin menampilkan karyanya secara langsung kepada publik.

“Kita sangat mendorong kehadiran para musisi muda di Ngayogjazz kali ini, agar sekaligus menjadi bagian dari regenerasi musisi jazz baru. Itu akan selalu kita dorong ke depannya (agar Ngayogjazz menjadi wadah musisi baru bermunculan, red),” tutur Aji Wartono dalam keterangannya sebelum acara Ngayogjazz dimulai, Sabtu (15/11/2025)

Adapun beberapa musisi jazz yang tampil dalam Ngayogjazz 2025 ini antara lain Etawa Jazz Society, Bulan Jingga, Avner Winatra Quartet, Doa Sore, dan masih banyak lagi. Mereka tampil di beberapa panggung yang berbeda, seperti Panggung Ibu, Panggung Simbok, Panggung Biyung, dan Panggung Simak. Banyaknya panggung yang tersedia memungkinkan lebih banyak musisi yang terlibat, sekaligus memberi kesempatan pada masyarakat untuk menonton musisi favorit mereka, sambil menikmati kegiatan menarik lainnya yang tersedia dalam event Ngayogjazz 2025.

Lebih lanjut, Aji juga mengajak masyarakat Imogiri dan sekitarnya untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan Ngayogjazz ini, karena pada dasarnya kegiatan ini adalah kerja kolaboratif antara Ngayogjazz dan masyarakat Paduresan, Imogiri selaku tuan rumah.

Salah satu penonton Ngayogjazz, Livia, bahkan datang jauh-jauh dari Prancis untuk bisa menyaksikan langsung perhelatan Ngayogjazz 2025 di Imogiri, Bantul. Ia mengaku terkesan dengan pengalaman menyaksikan pertunjukan jazz di tengah perkampungan seperti ini.

“Pengalaman yang menyenangkan bisa menyaksikan event musik jazz yang terbagi dalam beberapa lokasi yang berbeda, panggung yang berbeda, banyak makanan disini, musik disini sangat menarik dan orang-orangnya juga ramah,” ujar Livia kepada SPJ.com, Sabtu (15/11/2025).

Livia pun mengaku ingin lebih banyak mengeksplor acara musik yang ada di Indonesia, mengingat Ngayogjazz 2025 adalah event musik pertama yang ia kunjungi sejak datang ke Indonesia beberapa bulan lalu.

Hal senada juga diungkapkan penonton lainnya bernama Iwan, yang berasal dari Medan. Ia mengaku terkesan dengan pengalamannya menyaksikan Ngayogjazz 2025 dengan nuansa pesta rakyat semacam ini. Bahkan ia berharap agar ada acara dengan konsep serupa di daerah asalnya. (zk)

BANTUL – Tahun ini, event Ngayogjazz memasuki edisi ke-19 sejak pertama kali digelar pada 2007 silam. Kawasan perkampungan di Dusun Paduresan Imogiri dipilih menjadi venue acara yang berlangsung pada Sabtu (15/11/2025) tersebut.

Ngayogjazz 2025 tidak hanya sekedar pertunjukan musik jazz, melainkan juga pesta seluruh lapisan masyarakat, khususnya di Imogiri, untuk bersama-sama merayakan akhir pekan dengan menikmati musik jazz, sekaligus melakukan aktivitas seru lainnya bersama keluarga maupun orang terdekat.

Berikut adalah cuplikan beberapa momen menarik dalam Ngayogjazz 2025 yang berlangsung di Dusun Paduresan, Imogiri, Bantul, Sabtu (15/11/2025). (foto: Azka Qintory)

SLEMAN – Menghadapi meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi pada puncak musim hujan, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana di Stadion Maguwoharjo Sleman, Rabu (5/11/2025).

Apel dipimpin oleh Wakapolda DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi, S.I.K., dan dihadiri _Stakeholder_ terkait antara lain dari unsur TNI, Basarnas, BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, PMI, Satpol PP, Damkar, Tagana dan  relawan bencana serta para Pejabat Utama Polda DIY.

Kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia sebagai tindak lanjut arahan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang menekankan pentingnya kesiapan personel dan sarana prasarana dalam menghadapi ancaman bencana alam di masa peralihan cuaca ekstrem.

“Apel ini merupakan bentuk pengecekan terhadap kesiapan personel maupun sarana prasarana dalam pencegahan dan penanggulangan bencana alam. Diharapkan seluruh unsur dapat bersinergi secara sigap, cepat, dan tepat dalam menghadapi berbagai potensi bencana demi menjamin terlindunginya keamanan dan keselamatan masyarakat,” demikian amanat Kapolri yang dibacakan oleh Wakapolda DIY.

Kapolri dalam amanatnya juga mengingatkan bahwa Indonesia menempati peringkat ketiga negara dengan potensi bencana alam tertinggi di dunia, berdasarkan laporan World Risk Index 2025. Hingga 19 Oktober 2025, BNPB mencatat 2.606 kejadian bencana, mulai dari banjir, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, tanah longsor, hingga erupsi gunung berapi.

Sementara itu, data BMKG menunjukkan bahwa 43,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan, dengan puncak curah hujan diperkirakan terjadi antara November 2025 hingga Februari 2026. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan gelombang tinggi, termasuk di wilayah DIY.

“Perkiraan BMKG terkait fenomena La Niña kategori lemah akan mulai terjadi pada November hingga Februari mendatang, yang dapat memperkuat intensitas hujan di wilayah selatan Indonesia”, ujar Kapolri dalam amanatnya.

Lebih lanjut, Kapolri menekankan bahwa kecepatan dan ketepatan respons merupakan kunci keberhasilan penanganan bencana.

“Karena itu, seluruh unsur TNI–Polri, pemerintah daerah, dan lembaga terkait diminta untuk meningkatkan koordinasi, simulasi tanggap darurat, serta memastikan kesiapan logistik dan peralatan evakuasi”, pungkasnya.

Sementara itu Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, S.I.K., saat ditemui awak media menyampaikan bahwa usai pelaksanaan apel, Wakapolda DIY bersama unsur Forkopimda melakukan pengecekan langsung terkait kesiapan personel serta sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam pencegahan dan penanggulangan bencana di wilayah DIY.

Kombes Pol Ihsan juga menegaskan pentingnya kewaspadaan dan kesiapan seluruh lapisan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di musim hujan. Dirinya menekankan bahwa keberhasilan upaya pencegahan dan penanggulangan bencana tidak hanya bergantung pada kesiapan petugas dan sarana prasarananya, tetapi juga pada peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan serta peka dan tanggap terhadap peringatan dini.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana di lingkungan masing-masing, serta apabila terjadi bencana agar selalu mematuhi imbauan dan petunjuk dari pemerintah dan petugas di lapangan,” pungkasnya. (zk)

KULON PROGO – Komunitas Sastra Regas adalah organisasi kepemudaan di bidang sastra yang aktif berkegiatan di Kulon Progo. Sebagai komunitas yang fokus di bidang sastra, Regas memberikan ruang kepada anak-anak, remaja hingga pemuda untuk mengenal, mempelajari dan melestarikan sastra. Seperti halnya yang dilakukan pada Selasa (4/11/2025) kemarin, dimana komunitas sastra Regas sukses mengadakan lomba baca puisi anak tingkat kabupaten Kulon Progo tahun 2025.

Lomba baca puisi anak ini diadakan dalam rangka memeriahkan Festival Literasi Kulon Progo 2025, dimana komunitas sastra Regas bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kulon Progo.

Terdapat total 50 peserta yang berpartisipasi dalam lomba ini, dengan para Juri yang diwakili oleh Hayu Avang Darmawan (Dinas Kebudayaan DIY), Tedi Kusyairi (Sastrawan Jogja), dan Dwi Riswanto (Pustakawan Kulon Progo).

Adapun beberapa unsur yang dinilai dalam lomba baca puisi ini antara lain berdasarkan penghayatan, vokal, gestur dan juga penampilan. Setelah melalui sidang juri, diputuskan juara satu diraih oleh Angger Abdhe Amiluhur dari SD Muhammadiyah Temon, Juara dua atau runner-up diraih oleh Irdina Calya Saputri dari SD N Kranggan, lalu Juara tiga oleh Ramadhania Alisha Puri dari SD N Kokap.

Selanjutnya Juara harapan 1 diraih oleh Raisa Shafina Khairin dari SD N Brosot, dan terakhir Juara harapan 2 berhasil didapatkan oleh Nafia Mysha Sofidhina dari SD N Sidakan.

Tri Wahyuni dari Komunitas Regas berharap bahwa program semacam ini mampu menjadi ruang pembelajaran sekaligus apresiasi bagi bakat anak-anak di bidang sastra, khususnya di kabupaten Kulon Progo. (zk)

Sleman – JT – Polda DIY bersama DPD Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) DIY, memberikan bantuan benih padi kepada petani di Moyudan Sleman, Senin (20/10/2025).

Ketua Perpadi DIY Arif Yunianto Kurniawan mengatakan, pemberian bantuan benih padi jenis inpari 32 ini dilakukan untuk mendukung ketahanan pangan nasional, dan membantu petani meningkatkan produksinya.

“Tentunya kita Perpadi juga menampung hasilnya ketika panen,” kata Arif di sela acara pemberian bantuan benih padi.

Sebanyak 150 kilo benih padi, benih jagung 100 kg, pupuk urea dan npk 2,4 ton diberikan kepada kelompok tani di Kapanewon Moyudan. Dengan bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian lokal.

“Dengan adanya bantuan benih padi ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan ketahanan pangan yang lebih kuat dan petani sejahtera,” harapnya.

Ketua Gapoktan Sumberrahayu di Kalurahan Sumberrahayu, Moyudan, Nugraha Ningwidi mengapresiasi bantuan yang diberikan. Diharapkan program ini dapat memberikan dampak positif bagi para petani.

“Gapoktan Sumberrahayu memiliki 15 kelompok tani. Dengan bantuan yang diberikan ini kita akan tanam secara serentak untuk mendapatkan hasil panen yang baik,” ucapnya.

Sementara itu Kasubdit 2 Ditintelkam Polda DIY, AKBP Sandhy W.G Suawa, SP. SIK, MH menambahkan bahwa selain mewujudkan swasembada pangan nasional ada juga program prioritas nasional yang berhubungan dengan stok bahan pokok penting yaitu program Makan Bergizi Gratis.

“Adanya kolaborasi yang harmonis dan berkelanjutan antara DPD Perpadi DIY, petani dan Polda DIY diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi pertanian yang mana harga dan pasokan bahan pokok dapat terus stabil baik di pasaran maupun untuk konsumsi masyarakat,” tandasnya.

Sandhy juga berharap nantinya selain Perpadi dapat memberikan kerjasama dan bantuan kepada petani maupun kelompok tani, juga mampu membina anggotanya untuk tidak melakukan kegiatan yang melanggar dalam usaha penyediaan beras dan bahan pokok lainnya. (ryn)