YOGYAKARTA – Dalam upaya memperkuat eksistensi jamu di Indonesia khususnya di Yogyakarta, serta memperkenalkan kembali jamu kepada generasi muda dengan konsep yang lebih modern, Jogja Husada Sehat mengadakan Festival Nitilaku Jamu 2026, yang diselenggarakan di Bale Gadeng, Gondokusuman, Yogyakarta, Rabu (11/2/2026).

Festival ini merupakan program jangka pendek dari Jogja Husada Sehat, dalam rangka “kampanye jamu”, alias mengkampanyekan kembali keberadaan jamu di era modern, khususnya kepada generasi muda atau Gen Z.

“Festival ini adalah salah satu usaha kita dari Jogja Husada Sehat, untuk kembali mengkampanyekan jamu, sebagai wairsan budaya nusantara, dan juga minuman berkhasiat tinggi untuk segala macam usia,” ujar Nina saat ditemui di Bale Gadeng, Rabu (11/2/2026).

Selain itu, festival ini juga diadakan untuk mengajak para pelaku usaha jamu yang ada di Yogyakarta, agar bisa bergabung dengan kelompok Jogja Husada Sehat.

“Ini adalah wadahnya para pelaku usaha jamu, yang ada di DIY. Sehingga kita bisa bersama-sama memajukan jamu ke tahap yang lebih baik dari sebelumnya,” tambah Nina.

Festival ini turut menjual berbagai jamu tradisional serta modern, khususnya yang berasal dari provinsi DIY. Selain itu, acara ini juga turut menjajakan makanan atau cemilan daerah khas Nusantara.

Tidak hanya makanan, acara ini juga menghadirkan sesi talk show bersama para pakar jamu, performing arts berupa pembacaan puisi, ngunjuk jamphi bersama para pelaku usaha jamu atau UMKM, serta pemijatan tradisional secara gratis bagi para pengunjung yang hadir di Bale Gadeng. (zk)

YOGYAKARTA – Memasuki hari ketujuh pelaksanaan Operasi Keselamatan Progo 2026, Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) mencatatkan tren positif dalam pemeliharaan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di seluruh wilayah hukum DIY.

Berdasarkan data analisa dan evaluasi (Anev) Ditlantas Polda DIY pada Minggu, 8 Februari 2026, angka kecelakaan lalu lintas menunjukkan penurunan yang cukup signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menyampaikan bahwa pada hari ketujuh operasi, jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas menurun sebesar 6%, dari 17 kejadian di tahun 2025 menjadi 16 kejadian di tahun 2026. Penurunan paling mencolok terlihat pada tingkat fatalitas korban, di mana angka korban meninggal dunia (MD) mencapai 0% atau turun 100% dibandingkan tahun lalu.

“Kami bersyukur dan mengapresiasi masyarakat DIY yang mulai menunjukkan peningkatan kesadaran dalam berlalu lintas. Pada hari ketujuh ini, jumlah korban meninggal dunia nihil, turun dari satu korban pada tahun sebelumnya,” ujar Kombes Pol Ihsan dalam keterangannya.

Pada hari ketujuh, tercatat dilakukan 120 tindakan tilang dan 1.198 teguran di seluruh wilayah DIY. Penindakan tilang ini menurun 50% dibandingkan tahun sebelumnya, yang menunjukkan bahwa petugas di lapangan lebih mengedepankan pendekatan preventif dan preemtif.

“Fokus kami bukan pada banyaknya tilang, melainkan pada keselamatan masyarakat. Kami terus mengoptimalkan Satgas Preemtif untuk melakukan penyuluhan di tempat-tempat rawan laka dan pelanggaran, serta melalui berbagai kanal media,” tambah Kombes Pol Ihsan.

Polda DIY mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk tetap mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan yang standar, dan selalu waspada saat berkendara. Operasi Keselamatan Progo 2026 masih akan terus berlangsung dengan harapan dapat menciptakan ekosistem jalan raya yang aman dan nyaman bagi seluruh warga maupun wisatawan di Yogyakarta. (zk)

YOGYAKARTA – Seyogyanya generasi muda yang menjadi generasi penerus bangsa dalam menyongsong Indonesia Emas, namun realita yang terjadi saat ini justru jauh dari harapan. M. Asruri Faishal Alam selaku Ketua Umum Ruang Kolaborasi Pemuda (RKP) DIY berpendapat bahwa problematika yang terjadi tersebut merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat dan stakeholder dalam mengatasinya.

Dinamika persoalan dikalangan pemuda dan remaja saat ini khususnya di DIY kian memprihatinkan, mulai dari kejahatan jalanan, tindak kekerasan, judi online dan kenakalan remaja lainnya. Kasus yang kerap kali muncul di media sosial adalah kejahatan jalanan semakin meresahkan masyarakat.

Asruri Faishal Alam atau yang akrab disapa Faishal saat ditemui awak media disela acara Seminar Nasional, Jumat (30/1) siang menyatakan siap untuk berkolaborasi bersama semua pihak untuk bergerak berdampak agar generasi muda saat ini dapat memberikan kontribusi postif dalam sosial masyarakat dan juga dalam membangun bangsa ini.

Bahwa Seminar yang digelar di Auditorium Sekolah Paska Sarjana UGM bertajuk “Peran Strategis Pemuda dalam Kebijakan Sosial dan Pembangunan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045”, bertujuan terbangunnya ruang dialog yang konstruktif untuk memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan, wadah pertukaran gagasan guna mendorong keterlibatan aktif pemuda dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan infrastruktur, sehingga terhindar dari perilaku-perilaku negatif atau menyimpang”, jelas Faishal.

Dalam kegiatan yang berkolaborasi dengan Kapasgama (Keluarga Alumni Paskasarjana Universitas Gajah Mada)  tersebut dibuka oleh Prof. Ir. Siti Malkhamah (Dekan Sekolah Paskasarjana UGM) menghadirkan narasumber Ahmad Syauqi Soeratno (Anggota DPD RI),  Dr. Ismai Suwardi Wekke (Sekretaris Senat STEBI Al-Mukhsin), Ruly Artha (GM Bandara YIA), Ambar Purwoko (Wakil Bupati Kulon Progo), serta dihadiri Dr. Khamim Zarkasih Putro (Ketua Kapasgama) dan diikuti oleh sekitar 300 orang dari kalangan mahasiswa, remaja dan pelajar, komunitas, organisasi kepemudaan, serta relawan sosial.

“Keberagaman latar belakang peserta diharapkan dapat memperkaya perspektif diskusi serta mendorong terciptanya dialog dan kolaborasi pemuda yang konstruktif dalam merespons arah pembangunan wilayah secara inklusif dan berkelanjutan”, ujar Faishal.

Lebih lanjut Faishal menyampaikan bahwa pengaruh negatif lingkungan dan media sosial merupakan faktor yang mempengaruhi timbulnya permasalahan dikalangan generasi muda seperti kenakalan remaja, tindak kekerasan, kejahatan jalanan, miras, narkoba, judol dan lain-lain. Oleh sebab itu melalui momentum kegiatan seminar ini dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkegiatan positif, begerak dan berdampak.

“Mari bersama-sama seluruh elemen masyarakat, rawat generasi muda, kita kembangkan potensi kreatifitas dalam kerangka pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045”, pungkasnya. (ATG)

BANTUL – Event Selasa Sastra kembali merayakan hari jadinya. Awal Februari 2026 ini menjadi penanda usia Selasa Sastra yang genap berusia satu lusin, atau 12 tahun.

Perayaan ulang tahun ke-12 ini dirayakan secara sederhana, namun tetap dirayakan melalui pertunjukkan sastra, yang dilangsungkan di Kelingan Garden Cafe, Selasa (3/2/2026).

Mengusung tema “Isyarat Awan, Mendung, dan Rintik Hujan”, Selasa Sastra kali ini turut mengundang sejumlah sastrawan ternama yang sudah malang-melintang berkarya di Bantul maupun provinsi DIY, sebut saja Satmoko Budi Santoso, Endang Winarsih, Tedi Kusyairi, Sri Wijayati, Rudiyati, dan masih banyak lagi.

Selain itu Selasa Sastra edisi ulang tahun ke-12 ini juga menampilkan sesi bedah novel, yang kali ini membahas tentang novel ber-genre romansa berjudul “Mendung Yang Singgah Di Matamu” karya Hanif TT.

Noel ini berceria tentang kisah percintaan Arka, yang harus menelan pil pahit akibat terus menerus dikhianati oleh pacar-pacarnya karena berbagai alasan, seperti selingkuh dan seterusnya.

Sesi bedah novel ini sekaligus menjadi launching novel terbitan CV Hidra tersebut ke pasaran. Novel romansa sebanyak 257 halaman ini bisa didapatkan di toko buku maupun marketplace ternama dengan harga Rp84.000. (zk)

YOGYAKARTA – Saat menjalani ibadah puasa Ramadhan, kondisi tubuh yang biasanya menggunakan glukosa sebagai sumber tenaga dalam menjalani aktivitas, kemudian beralih menjadi membakar cadangan lemak dan protein untuk energi. Akibatnya, setelah berbuka tubuh pun membutuhkan berbagai jenis nutrisi agar tetap sehat dan bugar.

Kebutuhan nutrisi tersebut dapat dipenuhi dalam menu sahur yang lebih sehat dan lengkap, yakni dengan mengkonsumsi asupan pelengkap, seperti vitamin C, susu, dan madu. Tentu tidak lupa asupan nutrisi standar, seperti karbohidrat dan protein dalam takaran proporsional.

Selain mengkonsumsi asupan nutrisi lengkap, Anda juga dapat mengkonsumsi Zymuno, madu herbal yang mengandung kombinasi madu, temulawak, meniran, temu putih, dan daun kelor, berguna memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus memelihara kondisi kesehatan selama tubuh menjalani ibadah puasa.

Zymuno mengandung kandungan bahan alami seperti madu, temulawak, meniran, temu putih, dan daun kelor. Seluruh bahan alami tadi dikemas sesuai standar kesehatan modern sehingga lebih mudah diterima oleh generasi milenial dan generasi Z. Karena bagi mereka, selain aman dikonsumsi, produk tersebut harus memiliki kemasan yang baik serta mudah dipahami.

Gaya Hidup Mindful Eating Ala Gen Z

Gaya hidup sehat mindful eating belakangan merebak di kalangan Milenial dan Gen Z. Generasi Z tidak ingin sekadar mengunyah makanan, melainkan benar-benar menikmati, serta merasakan pengalaman makan secara menyeluruh. Selain itu, Gen Z juga ikut memperhatikan rasa, tekstur, aroma, dan bagaimana makanan tersebut mempengaruhi tubuh secara fisik dan emosional.

Gaya hidup mindful menuntut konsumen untuk lebih kritis. Mereka tidak lagi mudah tergiur oleh janji instan, melainkan lebih menghargai proses dan kejujuran informasi produk. Fenomena ini disambut baik sebagai sebuah langkah maju dalam literasi kesehatan masyarakat.

Populasi Generasi Z yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 saat ini mencapai jumlah sekitar 74,93 juta jiwa, atau sekitar 27,94%. Andaikata setengah dari populasi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) itu bisa diasumsikan tergolong sebagai Gen Z yang serius menjalani mindful eating, maka jumlahnya akan menjadi 37 juta jiwa.  Angka sebesar itu merupakan modal sosial yang sangat baik terhadap potensi kemajuan dan perubahan di masa depan.

Brand Manager Zymuno, Sendhi Dhania mencermati tren fenomenal di kalangan Gen Z sebagai perkembangan yang sangat positif. Menurutnya, Zymuno dapat ikut mengambil peran dalam membangun budaya mindful consumption. Mengingat, mindful eating tidak hanya berbicara soal memilih makanan, tetapi juga memahami manfaat dan dampak dari setiap asupan ke dalam tubuh.

Menurut Sendhi, yang paling diutamakan dalam mindful eating adalah membangun kepercayaan (trust). “Konsumen perlu merasa aman bahwa apa yang tertulis di label kemasan bukan sekadar strategi pemasaran. Di sinilah peran regulasi nasional menjadi filter utama keamanan pangan,” terang Sendhi.

​PT Etos Kreatif Indonesia (Ethos) juga menyadari bahwa transparansi informasi menjadi modal utama dalam membangun kepercayaan masyarakat. Dalam memasarkan produk misalnya, dalam hal ini Madu Herbal Zymuno dan susu kambing Etawaku Platinum, keduanya telah melewati proses evaluasi dan verifikasi yang ketat dari badan regulasi pangan nasional.

​”Setiap produk telah melalui pengujian, peninjauan, serta penilaian sesuai ketentuan BPOM sebelum mendapatkan izin edar resmi. Ini untuk memastikan bahwa setiap tetes nutrisi yang dikonsumsi masyarakat telah memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku di Indonesia,” tegas Sendhi Dhania.

PT Etos Kreatif Indonesia (Ethos) selalu mengikuti standar BPOM hingga memiliki sertifikasi Halal Indonesia. Sehingga Diseminasi informasi yang diterima konsumen pun menjadi lebih terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Formula Khusus untuk Pencegahan Kanker

Madu Herbal Zymuno merupakan produk madu yang diformulasikan khusus untuk membantu mengatasi penyakit tertentu, karena Zymuno adalah produk herbal yang bersifat imunoterapi, anti-inflamasi serta anti-tumor.

Zymuno mengandung sedikitnya lima bahan alami berkualitas tinggi, seperti madu asli, daun meniran, daun kelor, temulawak, dan kunyit. Madu mengandung zat anti tumor, meliputi  flavonoid, asam fenolat, asam amino, protein, dan enzim yang berkhasiat sebagai antiinflamasi.

Daun meniran merupakan sumber antioksidan yang berkhasiat meningkatkan fungsi vitamin dan mineral yang mendukung daya tahan tubuh dan mencegah terjadinya infeksi. Daun kelor kaya akan antioksidan, vitamin, asam amino esensial, dan garam mineral yang bermanfaat untuk melawan radikal bebas di dalam tubuh.

Sementara Temulawak kaya akan kurkumin dan xanthorrhizol yang berkhasiat mengurangi peradangan, pembengkakan dan benjolan. Sedangkan kunyit putih mengandung senyawa aktif zingiberen dan antioksidan tinggi yang bermanfaat untuk mencegah kanker, meredakan sakit saat menstruasi, dan menstabilkan hormon. (R. Toto Sugiharto)

YOGYAKARTA – Gaya hidup rendah gula atau populer disebut low sugar lifestyle menjadi tren terbaru untuk tahun 2026. Gaya hidup ini muncul seiring meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap kesehatan. Masyarakat mulai sadar bahwa konsumsi gula berlebih merupakan pemicu utama berbagai masalah kesehatan, mulai dari penurunan stamina secara drastis (sugar crash) hingga resiko penyakit metabolik jangka panjang.

Di sisi lain, usia produktif juga membutuhkan asupan energi dengan kandungan protein dan kalsium tinggi. Artinya, seperti yang tercantum dalam data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga 2025 lalu jumlah usia produktif mencapai 193,3 juta jiwa, yakni berusia 15-64 tahun. Merekalah yang memerlukan asupan protein dan kalsium tinggi. Namun persoalannya, bagaimana mereka mendapatkan nutrisi maksimal dari susu tanpa harus khawatir dengan asupan gula tambahan?

Ada beberapa solusi yang bisa ditawarkan, pertama, perlu ada inovasi dalam memproduksi dan memformulasi pangan. Kedua, transparansi informasi terkait klaim manfaat kesehatan pada bahan pangan dengan kandungan gulanya. Dan ketiga, jaminan validitas informasi dan terverifikasi oleh negara untuk menjamin keamanan pangan.

Oleh karena itu, PT Etos Kreatif Indonesia (Ethos) melakukan “jemput bola” dengan inovasi less sugar (rendah gula) melalui bahan nutrisi susu kambing. Konsentrasi kajian yang didasari pola konsumsi susu kambing secara rutin membantu menjaga energi tubuh tetap stabil sepanjang hari. Mengingat susu kambing memiliki kandungan gula rendah.

Devi Eliya Brand Manager Etawaku Platinum menjelaskan, selain masalah kandungan gula, transparansi informasi menjadi hal yang sangat krusial di masa kini. Banyak produk di pasar yang menawarkan klaim manfaat kesehatan yang terkadang berlebihan, atau bahkan tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Oleh karena itu, sebagai konsumen yang cerdas, kita perlu memastikan bahwa apa yang tercantum dalam kemasan adalah informasi yang valid dan telah terverifikasi oleh negara. Langkah verifikasi dari badan regulasi pangan nasional (BPOM) sangat penting untuk menjamin keamanan pangan.

“Dengan pengawasan ketat oleh negara, setiap informasi yang diterima konsumen bisa lebih terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Artinya, ketika produk tersebut mengklaim mendukung kesehatan tulang atau stamina, hal itu sudah didasarkan pada standar keamanan pangan yang berlaku di Indonesia,” urai Devi.

Ciptakan Daya Tahan Tubuh yang Sesuai Standar Kesehatan

​Tahun 2026 menjadi tantangan bagaimana menciptakan daya tahan tubuh yang dibangun dari bahan pangan. Khususnya bagaimana kita mampu menjaga keseimbangan antara pemilihan bahan yang tepat, dan kepatuhan terhadap standar kesehatan. Dalam hal ini, konsumen memiliki kemampuan untuk memilih produk yang tidak hanya mendukung aktivitas harian, melainkan juga melindungi kesehatan secara jangka panjang.

​Selain itu, industri kesehatan di Indonesia juga dituntut lebih berani untuk terbuka dalam proses verifikasi BPOM sampai periode merilis varian rendah gula, salah satunya yang telah dibuktikan oleh Etawaku Platinum. Produk inovasi ini bukan sekadar produk susu biasa, melainkan mitra bagi masyarakat urban untuk mencapai gaya hidup yang lebih berkualitas.

​“Pilihan pada asupan yang sudah terverifikasi secara resmi dan sesuai dengan kebutuhan gizi modern akan lebih memudahkan kita menciptakan masyarakat yang lebih tangguh dan sehat. Stamina yang terjaga bukan lagi tentang seberapa banyak kita makan, melainkan seberapa cerdas kita memilih apa yang masuk ke dalam tubuh kita untuk tetap kuat beraktivitas setiap hari,” tandas Devi.

Sebagai tambahan, dr Anurogo, M Sc, Ph D dalam artikelnya yang berjudul “Keajaiban dan Manfaat Susu Kambing bagi Kesehatan” yang diunggah di kemkes.go.id mengilustrasikan bahwa susu kambing adalah susu yang kaya nutrisi dan bioaktif, mudah dicerna dan rendah alergi, mendukung imun dan antiflamasi, prebiotik alami menjaga usus, fermentasi membantu anemia dan oksidasi, dan potensial untuk produk kesehatan modern.

Menurut dr Anurogo, susu kambing Etawaku Platinum ini dapat dikonsumsi mulai dari bayi berumur enam bulan hingga lanjut usia. Dari masing-masing generasi usia tersebut, semua unsur sudah terpenuhi. Mulai dari usia 6 hingga 12 bulan misalnya, susu kambing Etawaku Platinum memiliki oligosakarida dan profil lemak yang mendekati ASI. Efek positifnya membantu pembentukan sistem imun yang matang, menurunkan resiko alergi, dan mendukung pertumbuhan bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif.

Sementara pada golongan usia kanak-kanak, susu kambing Etawaku Platinum memiliki kandungan protein berkualitas tinggi, kalsium, dan zinc yang mendukung pertumbuhan tulang, gigi, dan jaringan. Zinc berperan penting dalam sintesis enzim, perkembangan kognitif, dan daya tahan tubuh. Sedangkan pada usia remaja dan dewasa, kandungan peptida bioaktif dari kasein dalam susu kambing Etawaku Platinum berperan sebagai penghambat ACE (Angiotensin-Converting Enzyme), serta menurunkan tekanan darah secara alami.

Selain itu, kandungan Medium Chain Triglycerides (MCT) juga membantu pengaturan berat badan dengan meningkatkan pembakaran energi. Kombinasi nutrisi ini mendukung metabolisme optimal dan mencegah hipertensi serta obesitas.

Untuk kalangan lansia, susu kambing Etawaku Platinum berkhasiat mencegah demensia dan gangguan neurodegeneratif pada populasi lanjut usia. Kandungan rasio kalsium-fosfor yang seimbang mampu memperkuat kepadatan tulang dan mencegah osteoporosis. Kandungan magnesium, triptofan, dan selenium juga mendukung fungsi saraf dan melindungi neuron. (R. Toto Sugiharto)

BANTUL – Keraton Yogyakarta baru saja menyelesaikan prosesi labuhan dalem, yang merupakan rangkaian dari tradisi tingalan jumenengan dalem menyambut Dal 1959 tanggal 29 Rejeb (penanggalan Jawa) yang berlangsung di Pantai Parangkusumo, Kapanewon Kretek, Bantul pada Senin (19/1/2026).

Ritual labuhan dalem adalah upacara yang dilakukan pihak Keraton Yogyakarta, yakni dengan membuang ubo rampe ke laut Samudera Hindia, atau lokasi Pantai Parangkusumo. Ritual ini merupakan ungkapan rasa syukur Sultan atas satu tahun yang telah dijalani, sekaligus pengharapan untuk kehidupan yang lebih makmur dan sejahtera, baik bagi Sultan, pihak Keraton, maupun masyarakat Jogja secara umum.

Rangkaian ritual diawali dari ubo rampe atau sesaji yang dibawa dari Bangsal Sri Manganti ke Kantor Kapanewon Kretek. Sesaji ini diterima langsung oleh Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih.

Kemudian ubo rampe tersebut diserahterimakan kepada juru kunci Cepuri Parangkusumo, yang menjadi simbol dimulainya prosesi ritual Proses Labuhan Dalem.

Selanjutnya, ubo rampe dibawa dan dikirab menuju ke kawasan Pantai Parangkusumo, untuk dilepaskan ke bibir pantai Parangkusumo.

Masyarakat dari berbagai kalangan pun antusias menyaksikan jalannya ritual labuhan sejak awal hingga akhir.

Selain sebagai simbol pengharapan untuk kehidupan yang lebih baik, ritual labuhan dalem juga berfungsi sebagai bahan introspeksi diri, serta menjaga keseimbangan antara manusia dengan alam semesta. (zk)

SLEMAN – Polda DIY menerima kunjungan edukatif dari anak-anak TK Budi Mulia 1 pada Senin (19/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polda DIY dalam mengenalkan tugas kepolisian sejak usia dini, khususnya di bidang lalu lintas dan pembinaan masyarakat.

Kedatangan rombongan anak-anak TK tersebut disambut langsung oleh Kapolda DIY Irjen Pol. Anggoro Sukartono, S.I.K., didampingi Wakapolda DIY Brigjen Pol. Eddy Djunaedi, S.I.K., serta Direktur Lalu Lintas Polda DIY Kombes Pol. Arie Prasetya Syafa’at, S.I.K., M.H. Anak-anak tiba di Mapolda DIY dengan penuh antusiasme dan semangat untuk berinteraksi langsung dengan anggota kepolisian serta melihat berbagai kendaraan dinas.

Dalam kunjungan tersebut, personel Ditlantas dan Ditbinmas Polda DIY memberikan edukasi ringan dan menyenangkan terkait keselamatan berlalu lintas. Anak-anak diperkenalkan dengan berbagai rambu lalu lintas, fungsi helm, serta tata cara berkendara dan menyeberang jalan yang baik dan benar. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang dipandu oleh guru pendamping.

Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol. Ihsan, S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman tertib berlalu lintas sekaligus membangun kedekatan emosional antara polisi dan anak-anak.

“Melalui kegiatan edukatif seperti ini, kami ingin memperkenalkan sosok polisi sebagai sahabat masyarakat, khususnya bagi anak-anak, sehingga tidak lagi muncul kesan bahwa polisi adalah figur yang menakutkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, edukasi sejak dini diharapkan dapat membentuk karakter anak agar lebih disiplin dan sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.

“Dengan pendekatan yang humanis dan menyenangkan, anak-anak dapat mengenal tugas kepolisian serta tumbuh rasa percaya dan kedekatan dengan Polri,” pungkas Kombes Pol. Ihsan. (zk)

SLEMAN – Sebagai bagian dari tradisi dan sejarah bangsa Indonesia, Tosan Aji sudah selayaknya mendapat tempat yang luhur bagi Pemerintah pusat, termasuk menjadikannya sebagai salah satu hari nasional.

Itulah yang disampaikan oleh Nurjianto, Ketua Panitia Rapat Kerja Agung Senapati Nusantara, yang berlangsung di Pendapa Krida Manunggal Budaya, Ngaglik, Sleman, Sabtu (17/1/2026).

Menurut Nurjianto, Tosan Aji memiliki nilai dan filosofi luhur yang penuh dengan makna mendalam, dan masih bisa menjadi pedoman hidup sampai hari ini.

“Masyarakat harus tahu bahwa Tosan Aji itu banyak mengandung nilai-nilai tuntunan dalam kehidupan, artinya memang budaya Tosan Aji ini betul-betul harus dilestarikan kepada generasi saat ini,” ucap Nurjianto saat ditemui di Pendapa Krida Manunggal, Sabtu (17/1/2026).

Atas upaya itulah, kata Nurjianto, rapat kerja agung yang diadakan oleh paguyuban Senapati Nusantara ini memiliki misi untuk memberikan rekomendasi kepada pemerintah, agar segera menetapkan hari keris nasional, sebagai salah satu cara untuk melestarikan warisan leluhur yang satu ini.

“Salah satunya adalah kami terus mengupayakan adanya Hari Keris Nasional, yang sampai saat ini masih belum ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto,” tambah Nurjianto.

Selain rapat kerja agung, acara ini juga turut menampilkan beragam Tosan Aji yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Palembang, Maluku, Lombok, Bali, NTT, dan sebagainya. Seluruh Tosan Aji tersebut dijual bebas kepada masyarakat yang hadir pada kesempatan tersebut. (zk)

YOGYAKARTA – Banyaknya peperangan terjadi di hampir seluruh dunia, baik itu di Afrika, Eropa, Amerika Latin, termasuk juga Asia dan Asia Tenggara, membuat dunia ini sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Semua itu menjadi bukti terbentuknya zaman liberalisme secara modern, akibat keinginan untuk memperoleh kekuasaan, dan kepentingan terselubung lainnya.

Hal itu sebenarnya tidak jauh berbeda dengan apa yang pernah dialami oleh Pangeran Diponegoro ratusan tahun yang lalu, karena pada saat itu ia juga harus berjuang menghadapi kolonialisme Belanda, yang sedang menguasai wilayah Indonesia.

Perjuangan Diponegoro itu pun ditandai dengan Peringatan Haul ke-171 Pangeran Dipoenegoro yang diselenggarakan di Ndalem Pendopo Tegalrejo, Monumen Diponegoro Sasana Wiratama Yogyakarta, Kamis (8/1/2026).

Mengusung tema “Merajut Silaturrahmi Dalam Warisan Perjuangan”, Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro (Patra Padi) selaku pelaksana kegiatan ini mengungkapkan bahwa momen haul ini menjadi wadah silaturrahmi yang tepat, untuk bisa merekatkan kembali tali persaudaraan antar generasi, keluarga, maupun komponen bangsa.

“Acara ini merupakan wadah yang sangat baik, untuk bisa menyerap dan mengaplikasikan kembali semangat juang dan perlawanan Pangeran Diponegoro terhadap segala bentuk kedzaliman, sekaligus mewariskan nilai-nilai keberanian dan pengorbanan demi martabat bangsa. Nilai-nilai inilah yang sangat kita butuhkan untuk menghadapi segala tantangan di zaman modern,” ucap Ketua Patra Padi Raden Syaiful Ahmad dalam sambutannya, Kamis (8/1/2026).

Menurut Syaiful Ahmad, semangat perjuangan inilah yang perlu menjadi teladan bagi para penerusnya, termasuk generasi muda saat ini, yang semakin tergerus oleh kecanggihan teknologi, dan tingkat individualisme yang semakin tinggi.

Senada dengan Ketua Patra Padi, Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono. yang turut hadir dalam peringatan haul tersebut, mengatakan bahwa Indonesia butuh tokoh panutan seperti Pangeran Diponegoro, yang mampu merekatkan persatuan bangsa, di tengah masa penjajahan pada saat itu.

“Kita butuh panutan yang bisa diteladani di zaman modern saat ini, dan panutan tersebut ada pada sosok Diponegoro, agar bangsa ini bisa kembali punya jiwa dan semangat nasionalisme yang kuat, di tengah liberalisme yang kian menjadi-jadi,” ujar Agus pada kesempatan yang sama. (zk)