KULON PROGO – Transformasi digital menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Selain kualitas produk, kemampuan membangun identitas merek yang kuat kini menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha di tengah persaingan pasar yang semakin terbuka.

Sebagai bagian dari komitmen pengabdian masyarakat, Program Pemberdayaan Umat (PRODMAT) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan kegiatan pendampingan bertema “Implementasi Visual Marketing (Banner) sebagai strategi Komunikasi Merek UMKM di Era Digital” yang dilaksanakan di kabupaten Kulon Progo, Minggu (14/12/2025).

Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas UMKM dalam memanfaatkan media visual sebagai sarana komunikasi merek, sekaligus memperkenalkan teknologi digital yang mudah diakses oleh pelaku usaha skala mikro dan kecil

“Pendampingan UMKM perlu diarahkan pada penguatan identitas dan komunikasi merek. Maka Visual marketing menjadi langkah awal agar pelaku usaha kecil dapat tampil lebih profesional dan siap beradaptasi dengan setiap perubahan,” ujar Anggono Ahyunianto, Ketua Tim Prodamat UAD.

Program ini diikuti oleh total 122 pendaftar dari berbagai sektor usaha. Dari jumlah tersebut, panitia kemudian menetapkan 50 UMKM terpilih melalui proses seleksi berbasis data, dengan mempertimbangkan kepemilikan media promosi visual, urutan pendaftaran, serta hasil penilaian formulir lanjutan yang memuat kondisi tempat usaha dan kebutuhan branding.

Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan program tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha yang paling membutuhkan dukungan visual marketing.

Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan kolaborasi anatara civitas akademika UAD dengan Konsultan PLUT KUMKM Kulon Progo serta Dinas Perindustrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disperinkop UKM) Kulon Progo, dengan dukungan dari Resta Catering dan Lazismu Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai sponsor utama kegiatan ini.

Selain membahas strategi visual marketing, pelaku usaha juga diperkenalkan dengan pemanfaatan teknologi Artificial Intelegence (AI) sebagai alat bantu penyusun konten promosi serta aplikasi desain berbasis digital, yang memungkinkan UMKM memproduksi materi visual secara mandiri.

Perwakilan Konsultan PLUT KUMKM Kulon Progo, Tri Wahyuni, menilai bahwa pendekatan edukatif seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan saat ini.

“Banyak UMKM memiliki produk yang baik, namun belum mampu mengkomunikasikannya secara visual. Pendampingan seperti ini membantu para pelaku usaha memahami pentingnya tampilan dan pesan merek dalam menarik lebih banyak konsumen” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, peserta menerima fasilitas pembuatan banner usaha yang disesuaikan dengan karakter produk masing-masing. Inisiatif ini menandai langkah awal seluruh peserta dalam memperkuat identitas visual usaha mereka, bukan hanya sebagai klaim dampak ekonomi yang bersifat jangka pendek. (zk)

KULON PROGO – Pada Kamis, 7 Agustus 2025 lalu, PLUT KUMKM (Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Kulon Progo kembali mengadakan kolaborasi spesial dengan Komunitas Ruang Branding, dengan menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Personal Branding untuk Pelaku UMKM di Kulon Progo” yang berlangsung di kantor PLUT KUMKM. Kegiatan ini diikuti oleh para pelaku UMKM dari berbagai kecamatan di kabupaten Kulon Progo.

Adapun narasumber dalam kegiatan ini diantaranya Tri Wahyuni, S.S sebagai Konsultan SDM, dan Mufti Putri Dewi Buana, S.I.Kom sebagai Founder Komunitas Ruang Branding. Keduanya secara gamblang membagikan ilmu penting tentang personal branding dan strategi pemasaran digital di era sekarang kepada para peserta pelatihan.

“Memang permasalahan pelaku UMKM itu masih malu, masih isin untuk posting dan mem-branding usaha mereka. Jadi, adanya pelatihan personal branding ini sangat pas untuk mendorong pelaku UMKM biar pede dan tangguh,” ungkap Kepala bidang PPUM Disperinkop UKM Kulon Progo, Pratiwi Ngasaratun di sela-sela kegiatan, Kamis (7/8/2025).

Salah satu peserta pelatihan personal branding yakni Dwi Estri mengatakan, pelatihan semacam ini dapat menambah wawasannya terkait cara memperkenalkan produk ke konsumen secara digital.

“Saya sangat terbantu dengan adanya pelatihan personal branding ini, karena disini saya dapat mengetahui bagaimana caranya memasarkan produk ke konsumen secara digital,” ujar Dwi Estri.

Selain itu, Dwi Estri juga berpesan kepada pelaku UMKM lainnya untuk dapat mengasah kepercayaan dirinya, agar mampu menyampaikan keunggulan produknya kepada (calon) konsumen.

Dalam kegiatan ini, PLUT KUMKM Kulon Progo dan Komunitas Ruang Branding hadir untuk membantu pelaku UMKM di Kulon Progo, sekaligus membuka kesempatan meningkatkan kualitas produk serta membangun mindset dan kemampuan digital marketing yang kuat dan konsisten.

Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi momentum yang baik bagi pelaku UMKM Kulon Progo untuk semakin maju, percaya diri, dan berdaya saing di era digital yang semakin dinamis seperti saat ini. (zk)

KULON PROGO – Di zaman yang serba canggih seperti ini, kemampuan public speaking atau berbicara di depan umum adalah sesuatu yang mau tidak mau harus dikuasai oleh setiap orang, terutama bagi para generasi muda.

Tak terkecuali bagi para pelaku UMKM di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka sangat membutuhkan kemampuan public speaking untuk bisa mempresentasikan produknya, serta belajar bagaimana menarik calon pembeli untuk dapat meningkatkan penjualan.

Atas dasar itulah, Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (PLUT KUMKM) kabupaten Kulon Progo berkolaborasi dengan komunitas Sastra Regas, berinisiatif mengadakan pelatihan public speaking untuk para pelaku usaha UMKM di Kulon Progo, yang dilaksanakan di Gedung PLUT KUMKM Kulon Progo, Senin (7/7/2025).

Diikuti oleh total 25 peserta dari berbagai jenis usaha yang ada di Kulon Progo, mereka diajarkan bagaimana caranya berbicara kepada konsumen maupun calon konsumen dalam rangka untuk memasarkan produk yang hendak dijual, sekaligus bagaimana agar public speaking mereka berhasil membuat konsumen tertarik hingga bersedia membeli.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Mikro, Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kulon Progo, Pratiwi Ngasaratun mengatakakan, pelatihan public speaking diharapkan mampu meningkatkan kemampuan para pelaku UMKM untuk melakukan promosi usaha dan lain sebagainya.

“Saya sangat mendukung adanya kegiatan pelatihan public speaking semacam ini, karena bisa meningkatkan kemampuan para pelaku usaha atau UMKM untuk mempromosikan produknya sekaligus mendapatkan pembeli,” kata Pratiwi, Senin (7/7/2025).

Sementara menurut narasumber pelatihan yang juga founder Komunitas Sastra Regas, Tri Wahyuni, kolaborasi antara PLUT KUMKM dengan Komunitas Sastra Regas ini sangat penting untuk dilakukan, agar dapat mewujudkan ruang belajar public speaking yang efektif dan berkelanjutan bagi pelaku UMKM di Kulon Progo.

“Dengan kolaborasi ini semoga bisa menjadi ruang belajar public speaking yang efektif bagi seluruh pelaku usaha yang ada di Kulon Progo dan sekitarnya,” ungkap Tri Wahyuni.

Di kesempatan yang sama, salah satu peserta pelatihan, Arifah cahya Diana, berharap agar pelatihan ini mampu memberikan ilmu yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapannya sih agar setiap ilmu yang diberikan disini bisa benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-sehari,” imbuh Arifah. (yuni/zk)