YOGYAKARTA – Cerita berjudul Ngathabagama dari kabupaten Sleman berhasil meraih juara umum dalam Festival Teater se-DIY tahun 2024. Mereka unggul atas kota Yogyakarta yang meraih peringkat ke-2, kabupaten Bantul di posisi 3, kabupaten Kulon Progo di posisi 4, dan kontingen kabupaten Gunungkidul di posisi terbawah atau ke-5.

Pengumuman itu disampaikan oleh Landung Simatupang, selaku salah satu juri dalam Festival Teater DIY 2024 ini, Minggu malam (20/10/2024) di Societet Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Hari Minggu ini juga merupakan hari kedua dari perhelatan Festival Teater DIY 2024 yang berlangsung di TBY, dengan menampilkan kontingen Gunungkidul dan juga kontingen Sleman.

Tidak hanya terkait pemenang kontingen, Landung juga mengumumkan para pemenang individu, mulai dari Sutradara terbaik, penulis naskah terbaik, penata musik terbaik, aktor/aktris terbaik, tata artistik terbaik, serta ansambel terbaik 1 dan 2. Dari beberapa kategori individu tersebut, kabupaten Sleman tercatat masih mendominasi, dengan menyabet penghargaan Sutradara terbaik, artistik terbaik, serta penata musik terbaik.

Selain soal pengumuman pemenang, Nanang Arisona selaku juri utama, menyampaikan bahwa festival ini selayaknya dapat menghidupkan kembali komunitas-komunitas teater di berbagai pelosok daerah, sehingga bibit-bibit baru dapat terus bermunculan.

“Ketika komunitas (teater) di setiap daerah itu tidak tumbuh, maka tidak akan ada satu proses pembelajaran disana, tidak akan ada ruang eksplorasi, dan sebagainya. Maka disitulah kita tidak akan pernah sampai pada satu proses teknis yang kita harapkan bisa mengantarkan pertunjukan ini ke arah yang kita harapkan (memberikan value kepada audience),” kata Nanang di Societet TBY, Minggu (20/10/2024).

Lebih lanjut, Nanang juga mengharapkan agar festival ini tidak hanya menjadi sekedar rutinitas belaka, melainkan juga mampu menumbuhkan pertunjukan seni teater di setiap daerah, melalui kegiatan berbasis komunitas dan seterusnya. (zk)

YOGYAKARTA – Festival Teater tingkat DIY kembali digelar pada tahun 2024 ini. Mengusung tema Panji, yang merujuk pada hasil rumusan kongres Jawa ke-3 di DIY beberapa waktu lalu, Festival kali ini mencoba untuk kembali menguatkan marwah teater sebagai ekspresi budaya, sekaligus sebagai sarana mewujudkan pengembangan dan pemanfaatan teater sebagai sarana pembacaan situasi dan penuturan sejarah.

Festival ini berlangsung di Gedung Societet, Taman Budaya Yogyakarta (TBY), dan digelar selama dua hari, Sabtu dan Minggu (19-20 Oktober 2024), diikuti oleh perwakilan kabupaten/kota se-DIY.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, dalam sambutannya menyatakan bahwa festival ini merupakan komitmen dari Dinas Kebudayaan seluruh kabupaten/kota di DIY, untuk bersama-sama memelihara SDM di bidang seni budaya khususnya teater.

“Tahapan yang telah dilakukan oleh Kundha Kabudayan di kabupaten/kota, adalah tahapan pembinaan, yang dilakukan mulai dari tingkat lokal, hingga ke tingkat provinsi DIY,” ucap Dian di Societet TBY, Sabtu (19/10/2024).

Lebih lanjut, Dian menyampaikan bahwa pengambilan tema Panji ini diharapkan akan mampu menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat, yang dapat dikontekstualisasikan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

“Kami harapkan tema Panji ini akan menjadi sumur ide dan gagasan, yang dapat dikontekstualisasi dengan fenomena kehidupan sosial budaya di masyarakat saat ini,” tambah Dian.

Festival ini memperebutkan hadiah Piala bergilir, piagam, trofi dan uang pembinaan sebesar 15 juta rupiah untuk juara 1, 14 juta rupiah untuk juara 2, 13 juta rupiah untuk juara 3, 12 juta rupiah untuk juara 4, dan 11 juta rupiah untuk peringkat ke-5 atau yang terbawah.

Penghargaan tidak hanya ditujukan untuk kontingen (kolektif) saja, karena beberapa individu terpilih juga berkesempatan mendapatkan sejumlah penghargaan, diantaranya penulis naskah terbaik, Sutradara terbaik, penata musik terbaik, penata artistik terbaik, aktor/aktris terbaik, serta ensamble terbaik 1 dan 2, akan memperoleh masing-masing piagam, trofi dan uang pembinaan sebesar 1,5 juta rupiah.

Pada hari pertama ini, Sabtu (19/10/2024), terdapat tiga kontingen yang menampilkan performance-nya, yakni dari kontingen Kabupaten Bantul, Gunungkidul, dan kota Yogyakarta. Sementara untuk kontingen Gunungkidul dan Sleman akan melakukan aksi teatrikal-nya pada keesokan harinya, Minggu (20/10/2024) masih di tempat yang sama. (zk)