YOGYAKARTA – Festival Ketoprak se-DIY tahun 2024 telah memasuki hari kedua sekaligus hari terakhir, Sabtu (26/10/2024). Pada kesempatan ini, giliran kontingen kabupaten Kulonprogo dan kota Yogyakarta yang turut menampilkan performance-nya diatas panggung Societet Militair Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Masing-masing membawakan lakon ketoprak berjudul Singlon (Kulonprogo) dan Candani (kota Yogyakarta).

Setelah kedua kontingen tersebut selesai membawakan lakonnya masing-masing, kini saatnya tim juri yang terdiri dari Stefanus Prigel Siswanto, RM Altiyanto Henriyawan, Okie Surya Ikawati, Suminto A. Sayuti, dan Ki Murjana untuk membacakan hasil pengumuman pemenang, baik secara kolektif maupun individu.

Dalam putusan tim juri yang dibacakan oleh Okie Surya Ikawati selaku anggota, diputuskan bahwa lakon berjudul Glugut dari Gununungkidul berhasil meraih juara 1, disusul oleh Kembang Kesimpar dari kabupaten Sleman, Singlon dari Kulonprogo, Rupa Wineca dari kabupaten Bantul, serta Candani dari kota Yogyakarta yang menempati posisi terbawah alias posisi lima.

Sementara untuk penghargaan individu, yang terdiri dari Penata artistik terbaik, penata busana terbaik, aktor/aktris terbaik, pemeran pembantu pria/wanita terbaik, penata iringan terbaik, penulis naskah terbaik, serta Sutradara terbaik, berhasil didapatkan secara merata kepada perwakilan seluruh kontingen. Namun, kontingen Gunungkidul masih tetap mendominasi kategori penghargaan individu ini, dengan menyabet predikat penulis naskah serta Sutradara terbaik.

Dalam keterangannya sebelum membacakan hasil putusan, RM Altiyanto Henriyawan selaku anggota Tim Juri mengaku bahwa festival ini sudah mampu menghasilkan karya yang layak dinikmati oleh masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk kalangan millenial.

“Mudah-mudahan ini bisa memunculkan potensi-potensi baru ke depannya, sehingga pertunjukan ketoprak ini dapat terus berkembang, mengikuti para pelakunya, publiknya, penikmatnya, serta penyelenggaranya,” ujar Altiyanto di Societet Militair TBY, Sabtu malam (26/10/2024).

Lebih lanjut, Altiyanto menyatakan bahwa festival ini bukan hanya tentang mencari siapa yang “paling” baik diantaranya yang terbaik (berkompetisi), namun juga “saling” mengisi, memberikan hiburan pertunjukan ketoprak kepada masyarakat, sekaligus melestarikan seni ketoprak itu sendiri agar terus berkembang dan meningkat kualitasnya. (zk)

YOGYAKARTA – Perhelatan Festival Ketoprak se-DIY kembali digelar pada tahun ini. Berlokasi di Societet Militair Taman Budaya Yogyakarta (TBY), festival ini kembali diikuti oleh kontingen seluruh kabupaten/kota se-DIY, guna memperebutkan hadiah total 15 juta, piagam, serta piala bergilir.

Penghargaan tidak hanya ditujukan secara kolektif saja, para peserta dari setiap kontingen juga berkesempatan mendapatkan sejumlah penghargaan individu, seperti Sutradara terbaik, penulis naskah terbaik, serta aktor/aktris terbaik, akan mendapatkan trofi, piagam, dan uang pembinaan sebesar 2 juta rupiah. Kemudian ada penata iringan terbaik, pemeran pembantu pria/wanita terbaik, penata busana terbaik, dan penata artistik terbaik, yang akan mendapatkan trofi, piagam, dan uang pembinaan sebesar 1,5 juta rupiah.

Festival ini pun resmi dibuka pada Jumat malam (25/10/2024), dimana kontingen Bantul, Gunungkidul, serta Sleman mengawali penampil festival di hari pertama. Masing-masing menampilkan lakon berjudul Kencana Rupa Wineca (Bantul), Glugut (Gunungkidul), dan Kembang Kesimpar (Sleman).

Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Adat Tradisi Lembaga Budaya dan Seni, Yuliana Eni Lestari, mengatakan bahwa tujuan diselenggarakannya festival ini adalah sebagai sarana penguatan identitas seni ketoprak, serta penguatan karakteristik ketoprak yang bersumber dari nilai-nilai tradisi yang ada di DIY.

“Melalui festival ini kami ingin memberikan ruang kreatif bagi para seniman dalam mengolah ide, menata, sekaligus menggelar pertunjukan yang dapat memberikan tontonan sekaligus tuntunan kepada masyarakat,” ucap Eni Lestari di Societet Militair TBY, Jumat (25/10/2024).

Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, yang juga hadir dalam pembukaan festival ketoprak ini, menyampaikan bahwa festival ini bisa dibilang cukup ikonik dan bersejarah, karena perjalanannya yang cukup panjang, yakni hampir mendekati 50 kali penyelenggaraan.

“Itulah komitmen kami di Pemda DIY (Dinas Kebudayaan DIY) yang bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan kabupaten dan kota, untuk selalu mengiringi setiap langkah dan perkembangan dan pertumbuhan ketoprak di DIY, dengan melakukan pembinaan yang sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari. Dan anda semua akan menjadi saksi dari hasil pembinaan tersebut,” ucap Dian dalam sambutannya di Societet Militair TBY, Jumat (25/10/2024).

Lebih lanjut, Dian berharap bahwa festival ini dapat semakin berkembang, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.

“(Kami berharap) semakin banyak pelaku, semakin banyak penulis naskah yang nantinya dapat turut mengembangkan seni ketoprak di DIY.”

“Festival ini jangan hanya dianggap sebagai kompetisi semata, tapi lebih dimaknai sebagai “silaturrahmi budaya”, saling bertemu, yang nantinya akan saling transfer ide dan gagasan, yang dapat memunculkan kreasi baru untuk tahun-tahun selanjutnya,” tambah Dian.

Adapun tema yang dipilih dalam festival ketoprak kali ini adalah Panji Semirang, yang merupakan salah satu bagian dalam Memory of the World oleh UNESCO. Para peserta pun ditantang untuk dapat menerjemahkan karakter Panji Semirang ini dalah cerita lakon ketoprak yang tetap berlandaskan pada budaya dan kearifan lokal.

Festival ini masih akan berlanjut pada hari Sabtu ini (26/20/2024), dimana kontingen dari kabupaten Kulonprogo dan kota Yogyakarta akan menampilkan lakon mereka diatas panggung Societet Militair TBY. Pada hari kedua ini juga akan diumumkan seluruh pemenang, baik dari kategori kelompok maupun individu. (zk)