YOGYAKARTA – Menyambut kelulusan kelas OtentikLab Batch 2 dan 3, OtentikLab akan merayakan keberhasilan mereka dengan menggelar Otentik The Show #2 yang akan berlangsung pada Minggu (30/11/2025) di Jawir Creative Communal Space.

Selain sebagai perayaan kelulusan, acara ini juga menjadi bentuk penghargaan terhadap kreativitas para desainer di industri fashion lokal.

Founder OtentikLab, Aji Bayu, menuturkan bahwa acara ini adalah medium yang tepat bagi para desainer, untuk dapat menyampaikan identitas dan cerita melalui hasil karya mereka, tidak hanya menyiapkan busana yang siap pakai.

“Kami ingin menjadikan panggung ini sebagai tempat bertemunya gagasan dan ekspresi. Setiap karya desainer membawa cerita tersendiri, dan kami merasa bangga dapat memberikan ruang untuk itu,” papar Aji

Sementara itu Show Director Otentik The Show #2, Agus Pratitis, menambahkan bahwa kontribusi para desainer dalam acara ini menjadi elemen penting, yang dapat melengkapi pertunjukan secara keseluruhan.

“Banyak desainer yang menghadirkan karya dengan detail dan karakter kuat. Melalui acara ini, kami ingin memberi bentuk apresiasi yang nyata terhadap upaya dan kreativitas mereka,” ungkapnya.

Acara ini juga akan melibatkan puluhan model, yang akan memperagakan karya desainer bertajuk “Pop Out: The Casual Street Parade”. Tema tersebut diusung sebagai bentuk pendekatan visual yang memadukan unsur streetwear dengan gaya presentasi yang lebih bebas dan ekspresif.

Pertunjukan ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 14.00 WIB dan terbuka untuk umum.

Penyelenggara berharap acara ini dapat menjadi ruang perjumpaan antara desainer, model, penikmat fashion, dan komunitas kreatif.

Melalui semangat kolaborasi dan apresiasi, Otentik The Show #2 diharapkan menjadi salah satu panggung penting yang memperlihatkan kekayaan ide kreatif di Yogyakarta.

 

Jurnalis: Tsaqif Al Adzin Imanulloh

Redaktur: Azka Qintory

BANTUL – Event musik jazz bertajuk Ngayogjazz kembali hadir pada tahun 2025 ini, tepatnya pada Sabtu (15/11/2025). Mengusung tema “Jazz Diundang Mbokmu”, perhelatan Ngayogjazz kali ini adalah yang ke-19 kalinya sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2007 silam.

Pada edisi ke-19 atau tahun 2025 ini, Ngayogjazz mengambil tempat di perkampungan warga yang berada di Dusun Paduresan, kecamatan Imogiri, kabupaten Bantul. Lokasi ini memang sengaja dipilih untuk bisa lebih mendekatkan musik jazz dengan masyarakat lokal, sejalan dengan ciri khas Ngayogjazz sendiri yang selalu berusaha memperkenalkan musik jazz ke semua kalangan, tidak sekedar penikmat musik saja.

Mengusung konsep pesta rakyat, Ngayogjazz tidak hanya menampilkan pertunjukan musik jazz saja, tapi juga banyak acara menarik lainnya, seperti bazaar dari beberapa produk, jajanan kuliner, fun games, dan lain sebagainya.

Board of Creative Ngayogjazz 2025. Aji Wartono, mengakui event Ngayogjazz ini banyak diminati oleh kalangan musisi jazz muda, yang kebetulan juga ingin menampilkan karyanya secara langsung kepada publik.

“Kita sangat mendorong kehadiran para musisi muda di Ngayogjazz kali ini, agar sekaligus menjadi bagian dari regenerasi musisi jazz baru. Itu akan selalu kita dorong ke depannya (agar Ngayogjazz menjadi wadah musisi baru bermunculan, red),” tutur Aji Wartono dalam keterangannya sebelum acara Ngayogjazz dimulai, Sabtu (15/11/2025)

Adapun beberapa musisi jazz yang tampil dalam Ngayogjazz 2025 ini antara lain Etawa Jazz Society, Bulan Jingga, Avner Winatra Quartet, Doa Sore, dan masih banyak lagi. Mereka tampil di beberapa panggung yang berbeda, seperti Panggung Ibu, Panggung Simbok, Panggung Biyung, dan Panggung Simak. Banyaknya panggung yang tersedia memungkinkan lebih banyak musisi yang terlibat, sekaligus memberi kesempatan pada masyarakat untuk menonton musisi favorit mereka, sambil menikmati kegiatan menarik lainnya yang tersedia dalam event Ngayogjazz 2025.

Lebih lanjut, Aji juga mengajak masyarakat Imogiri dan sekitarnya untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan Ngayogjazz ini, karena pada dasarnya kegiatan ini adalah kerja kolaboratif antara Ngayogjazz dan masyarakat Paduresan, Imogiri selaku tuan rumah.

Salah satu penonton Ngayogjazz, Livia, bahkan datang jauh-jauh dari Prancis untuk bisa menyaksikan langsung perhelatan Ngayogjazz 2025 di Imogiri, Bantul. Ia mengaku terkesan dengan pengalaman menyaksikan pertunjukan jazz di tengah perkampungan seperti ini.

“Pengalaman yang menyenangkan bisa menyaksikan event musik jazz yang terbagi dalam beberapa lokasi yang berbeda, panggung yang berbeda, banyak makanan disini, musik disini sangat menarik dan orang-orangnya juga ramah,” ujar Livia kepada SPJ.com, Sabtu (15/11/2025).

Livia pun mengaku ingin lebih banyak mengeksplor acara musik yang ada di Indonesia, mengingat Ngayogjazz 2025 adalah event musik pertama yang ia kunjungi sejak datang ke Indonesia beberapa bulan lalu.

Hal senada juga diungkapkan penonton lainnya bernama Iwan, yang berasal dari Medan. Ia mengaku terkesan dengan pengalamannya menyaksikan Ngayogjazz 2025 dengan nuansa pesta rakyat semacam ini. Bahkan ia berharap agar ada acara dengan konsep serupa di daerah asalnya. (zk)

BANTUL – Tahun ini, event Ngayogjazz memasuki edisi ke-19 sejak pertama kali digelar pada 2007 silam. Kawasan perkampungan di Dusun Paduresan Imogiri dipilih menjadi venue acara yang berlangsung pada Sabtu (15/11/2025) tersebut.

Ngayogjazz 2025 tidak hanya sekedar pertunjukan musik jazz, melainkan juga pesta seluruh lapisan masyarakat, khususnya di Imogiri, untuk bersama-sama merayakan akhir pekan dengan menikmati musik jazz, sekaligus melakukan aktivitas seru lainnya bersama keluarga maupun orang terdekat.

Berikut adalah cuplikan beberapa momen menarik dalam Ngayogjazz 2025 yang berlangsung di Dusun Paduresan, Imogiri, Bantul, Sabtu (15/11/2025). (foto: Azka Qintory)

SLEMAN – Menghadapi meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi pada puncak musim hujan, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana di Stadion Maguwoharjo Sleman, Rabu (5/11/2025).

Apel dipimpin oleh Wakapolda DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi, S.I.K., dan dihadiri _Stakeholder_ terkait antara lain dari unsur TNI, Basarnas, BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, PMI, Satpol PP, Damkar, Tagana dan  relawan bencana serta para Pejabat Utama Polda DIY.

Kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia sebagai tindak lanjut arahan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang menekankan pentingnya kesiapan personel dan sarana prasarana dalam menghadapi ancaman bencana alam di masa peralihan cuaca ekstrem.

“Apel ini merupakan bentuk pengecekan terhadap kesiapan personel maupun sarana prasarana dalam pencegahan dan penanggulangan bencana alam. Diharapkan seluruh unsur dapat bersinergi secara sigap, cepat, dan tepat dalam menghadapi berbagai potensi bencana demi menjamin terlindunginya keamanan dan keselamatan masyarakat,” demikian amanat Kapolri yang dibacakan oleh Wakapolda DIY.

Kapolri dalam amanatnya juga mengingatkan bahwa Indonesia menempati peringkat ketiga negara dengan potensi bencana alam tertinggi di dunia, berdasarkan laporan World Risk Index 2025. Hingga 19 Oktober 2025, BNPB mencatat 2.606 kejadian bencana, mulai dari banjir, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, tanah longsor, hingga erupsi gunung berapi.

Sementara itu, data BMKG menunjukkan bahwa 43,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan, dengan puncak curah hujan diperkirakan terjadi antara November 2025 hingga Februari 2026. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan gelombang tinggi, termasuk di wilayah DIY.

“Perkiraan BMKG terkait fenomena La Niña kategori lemah akan mulai terjadi pada November hingga Februari mendatang, yang dapat memperkuat intensitas hujan di wilayah selatan Indonesia”, ujar Kapolri dalam amanatnya.

Lebih lanjut, Kapolri menekankan bahwa kecepatan dan ketepatan respons merupakan kunci keberhasilan penanganan bencana.

“Karena itu, seluruh unsur TNI–Polri, pemerintah daerah, dan lembaga terkait diminta untuk meningkatkan koordinasi, simulasi tanggap darurat, serta memastikan kesiapan logistik dan peralatan evakuasi”, pungkasnya.

Sementara itu Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, S.I.K., saat ditemui awak media menyampaikan bahwa usai pelaksanaan apel, Wakapolda DIY bersama unsur Forkopimda melakukan pengecekan langsung terkait kesiapan personel serta sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam pencegahan dan penanggulangan bencana di wilayah DIY.

Kombes Pol Ihsan juga menegaskan pentingnya kewaspadaan dan kesiapan seluruh lapisan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di musim hujan. Dirinya menekankan bahwa keberhasilan upaya pencegahan dan penanggulangan bencana tidak hanya bergantung pada kesiapan petugas dan sarana prasarananya, tetapi juga pada peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan serta peka dan tanggap terhadap peringatan dini.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana di lingkungan masing-masing, serta apabila terjadi bencana agar selalu mematuhi imbauan dan petunjuk dari pemerintah dan petugas di lapangan,” pungkasnya. (zk)

KULON PROGO – Komunitas Sastra Regas adalah organisasi kepemudaan di bidang sastra yang aktif berkegiatan di Kulon Progo. Sebagai komunitas yang fokus di bidang sastra, Regas memberikan ruang kepada anak-anak, remaja hingga pemuda untuk mengenal, mempelajari dan melestarikan sastra. Seperti halnya yang dilakukan pada Selasa (4/11/2025) kemarin, dimana komunitas sastra Regas sukses mengadakan lomba baca puisi anak tingkat kabupaten Kulon Progo tahun 2025.

Lomba baca puisi anak ini diadakan dalam rangka memeriahkan Festival Literasi Kulon Progo 2025, dimana komunitas sastra Regas bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kulon Progo.

Terdapat total 50 peserta yang berpartisipasi dalam lomba ini, dengan para Juri yang diwakili oleh Hayu Avang Darmawan (Dinas Kebudayaan DIY), Tedi Kusyairi (Sastrawan Jogja), dan Dwi Riswanto (Pustakawan Kulon Progo).

Adapun beberapa unsur yang dinilai dalam lomba baca puisi ini antara lain berdasarkan penghayatan, vokal, gestur dan juga penampilan. Setelah melalui sidang juri, diputuskan juara satu diraih oleh Angger Abdhe Amiluhur dari SD Muhammadiyah Temon, Juara dua atau runner-up diraih oleh Irdina Calya Saputri dari SD N Kranggan, lalu Juara tiga oleh Ramadhania Alisha Puri dari SD N Kokap.

Selanjutnya Juara harapan 1 diraih oleh Raisa Shafina Khairin dari SD N Brosot, dan terakhir Juara harapan 2 berhasil didapatkan oleh Nafia Mysha Sofidhina dari SD N Sidakan.

Tri Wahyuni dari Komunitas Regas berharap bahwa program semacam ini mampu menjadi ruang pembelajaran sekaligus apresiasi bagi bakat anak-anak di bidang sastra, khususnya di kabupaten Kulon Progo. (zk)