KULONPROGO – Di tengah maraknya UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang menjamur di masyarakat, banyak dari mereka yang rupanya belum menerapkan digitalisasi terhadap usaha UMKM mereka, sehingga membuat angka penjualan terbilang stagnan alias gitu-gitu aja.

Atas dasar itulah, Komunitas Ruang Branding hadir pada 13 Juni 2025, sebagai platform untuk dapat mengoptimalkan penggunaan perangkat digital terhadap usaha UMKM, khususnya yang berada di Kulon Proogo. Komunitas Ruang Branding ini didirikan oleh Mufti Putri Dewi Buana, yang merupakan Duta Pemuda Kulon Progo Tahun 2021, bersama dengan beberapa anak muda lainnya di Kulon Progo. Komunitas Ruang Branding berfokus pada bagaimana memaksimalkan digital branding dan digital marketing untuk membantu digitalisasi UMKM yang ada di Kulon Progo.

“Tujuan kami sangatlah sederhana, yakni membantu para UMKM Kulon Progo untuk memahami dan menerapkan digital branding dan digital marketing dalam usaha mereka. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini UMKM tidak bisa hanya stagnan pada pemasaran konvensional saja, dan harus berani untuk bertransformasi ke arah digital,” ungkap Mufti selaku Founder Komunitas Ruang Branding.

Ke depannya, Komunitas Ruang Branding ini akan berkolaborasi dengan para UMKM Kulon Progo untuk memberikan pelatihan, intensive coaching, dan membantu UMKM secara langsung dengan seluruh tim yang berasal dari Komunitas.

Selain itu, Komunitas Ruang Branding juga akan berkolaborasi dengan instansi UMKM terkait, agar dapat memperluas jangkauan UMKM yang dapat diberi pelatihan terkait digital marketing. (zk)

KULON PROGO – Di zaman yang serba canggih seperti ini, kemampuan public speaking atau berbicara di depan umum adalah sesuatu yang mau tidak mau harus dikuasai oleh setiap orang, terutama bagi para generasi muda.

Tak terkecuali bagi para pelaku UMKM di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka sangat membutuhkan kemampuan public speaking untuk bisa mempresentasikan produknya, serta belajar bagaimana menarik calon pembeli untuk dapat meningkatkan penjualan.

Atas dasar itulah, Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (PLUT KUMKM) kabupaten Kulon Progo berkolaborasi dengan komunitas Sastra Regas, berinisiatif mengadakan pelatihan public speaking untuk para pelaku usaha UMKM di Kulon Progo, yang dilaksanakan di Gedung PLUT KUMKM Kulon Progo, Senin (7/7/2025).

Diikuti oleh total 25 peserta dari berbagai jenis usaha yang ada di Kulon Progo, mereka diajarkan bagaimana caranya berbicara kepada konsumen maupun calon konsumen dalam rangka untuk memasarkan produk yang hendak dijual, sekaligus bagaimana agar public speaking mereka berhasil membuat konsumen tertarik hingga bersedia membeli.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Mikro, Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kulon Progo, Pratiwi Ngasaratun mengatakakan, pelatihan public speaking diharapkan mampu meningkatkan kemampuan para pelaku UMKM untuk melakukan promosi usaha dan lain sebagainya.

“Saya sangat mendukung adanya kegiatan pelatihan public speaking semacam ini, karena bisa meningkatkan kemampuan para pelaku usaha atau UMKM untuk mempromosikan produknya sekaligus mendapatkan pembeli,” kata Pratiwi, Senin (7/7/2025).

Sementara menurut narasumber pelatihan yang juga founder Komunitas Sastra Regas, Tri Wahyuni, kolaborasi antara PLUT KUMKM dengan Komunitas Sastra Regas ini sangat penting untuk dilakukan, agar dapat mewujudkan ruang belajar public speaking yang efektif dan berkelanjutan bagi pelaku UMKM di Kulon Progo.

“Dengan kolaborasi ini semoga bisa menjadi ruang belajar public speaking yang efektif bagi seluruh pelaku usaha yang ada di Kulon Progo dan sekitarnya,” ungkap Tri Wahyuni.

Di kesempatan yang sama, salah satu peserta pelatihan, Arifah cahya Diana, berharap agar pelatihan ini mampu memberikan ilmu yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapannya sih agar setiap ilmu yang diberikan disini bisa benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-sehari,” imbuh Arifah. (yuni/zk)

GUNUNGKIDUL – Acara rutin bulanan #Selasastra kali ini digelar di kabupaten Gunungkidul yang berkolaborasi dengan Komunitas PlayOn pada Selasa (1/7/2025), bertempat di Mrikiniki Angkringan and Gallery, Wonosari, Gunungkidul, DIY.

Acara ini juga turut dihadiri langsung oleh Perwakilan dari Dinas Kebudayaan Gunungkidul, serta beberapa komunitas lain seperti Sanggar Sastra Jawa Presaja Gunungkidul, Komunitas REGAS, Playlis, Sanggar Pujo Sumakno dan TBM Gubug Pintar.

“Semoga ini bisa menjadi pemantik kita bersama agar kedepannya kita bisa semakin berkiprah dan berlanjut di bidang kebahasaan dan kesastraan di Gunungkidul,” kata perwakilan Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Seksi Bahasa dan Sastra dalam sambutannya.

Acara dimulai dengan tembang macapat oleh perwakilan Seksi Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan Gunungkidul, dilanjutkan sesi pembacaan puisi, geguritan, cerpen dan penampilan musik. Suasana di Mrikiniki Angkringan and Gallery terasa akrab, hangat, dan penuh antusiasme.

Tidak hanya sekadar melakukan pentas sastra, forum ini juga menjadi ruang bertukar pikiran dan wacana lintas komunitas. Momen ini diharapkan menjadi titik temu dan penguat jejaring antarkomunitas, baik di Gunungkidul dan sekitarnya.

Apresiasi Selasa Sastra ini diadakan sebagai ruang untuk saling mendukung, menghargai, merayakan kreatifitas sekaligus kelokalan di bidang sastra. (zk)